Pengaruh Tauhid dan Akidah terhadap Individu dalam Masyarakat
Pengaruh Tauhid dan Akidah terhadap Individu dalam Masyarakat
الحمد لله رب العالمين، والصلاة والسلام على أشرف الأنبياء والمرسلين، نبينا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين، أما بعد:
Tauhid adalah tugas utama seorang mukmin; dengannya ia memulai dan mengakhiri hidupnya, dan dengannya pula barisan masyarakat beriman dipersatukan. Hal ini disebutkan dalam hadits Rasulullah ﷺ ketika beliau mengutus Mu'adz radhiyallahu 'anhu ke Yaman. Beliau bersabda:
«فَلْيَكُنْ أَوَّلَ مَا تَدْعُوهُمْ إِلَيْهِ عِبَادَةُ اللهِ»
(Maka hendaklah yang pertama kali kamu serukan kepada mereka adalah ibadah kepada Allah.)(1)
Hal itu tidak lain karena Tauhid adalah pokok Agama dan landasan dakwah seluruh rasul, serta fondasi terbesar bagi kebaikan individu dan masyarakat. Sebuah umat yang berdiri di atas Akidah yang benar akan menikmati keamanan, ketenteraman, dan keharmonisan, serta perilakunya terkendali oleh rasa diawasi Allah baik ketika sendiri maupun di hadapan orang lain. Dari sinilah pentingnya menjelaskan pengaruh Tauhid dan Akidah yang benar dalam kehidupan anggota masyarakat, beserta Manfaat besar yang dihasilkan keduanya di dunia dan akhirat.
Dalam artikel sederhana ini, penulis akan memaparkan secara ringkas kepada pembaca yang mulia beberapa pengaruh Tauhid dan Akidah yang benar terhadap masyarakat, sebagai berikut:
1. Tauhid adalah cabang iman yang paling utama.
Nabi ﷺ bersabda:
«الْإِيمَانُ بِضْعٌ وَسَبْعُونَ أَوْ بِضْعٌ وَسِتُّونَ شُعْبَةً، فَأَفْضَلُهَا قَوْلُ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ، وَأَدْنَاهَا إِمَاطَةُ الْأَذَى عَنِ الطَّرِيقِ، وَالْحَيَاءُ شُعْبَةٌ مِنَ الْإِيمَانِ»
(Iman memiliki tujuh puluh sekian atau enam puluh sekian cabang, Yang paling utama adalah ucapan la ilaha illallah, yang paling rendah adalah menyingkirkan gangguan dari jalan, dan rasa malu adalah salah satu cabang iman.)(2)
Meskipun cabang iman itu banyak, yang paling utama diantaranya adalah Tauhid, Hal ini menunjukkan pentingnya Tauhid dalam Agama yang hanif ini, terlebih lagi dalam masyarakat Islam, Maka setiap anggota masyarakat wajib menghiasi diri dengan cabang iman yang mulia ini dalam kehidupan pribadi maupun sosialnya.
2. Tauhid adalah sebab kebahagiaan dan terampunnya dosa.
Sebagaimana disebutkan dalam hadis qudsi, Allah berfirman:
«يا ابن آدَمَ إنَّكَ لو أتَيْتَني بِقُرابِ الأرْضِ خَطايا، ثُمَّ لَقِيتَني لا تُشْرِك بي شَيْئًا، لأتَيْتُك بِقُرابِها مَغْفرةً»
(Wahai anak Adam, sesungguhnya jika engkau datang kepada-Ku dengan membawa dosa sepenuh bumi, kemudian engkau menemui-Ku dalam keadaan tidak menyekutukan-Ku dengan sesuatu apa pun, niscaya Aku akan mendatangimu dengan ampunan sepenuh bumi pula.)(3)
Seorang hamba, karena dirinya tidak ma'shum (terjaga dari dosa) dapat terjatuh dalam maksiat kepada Allah, dan ia dapat tertimpa kegelisahan serta kesempitan jiwa.
Apabila ia memiliki Tauhid yang bersih dari segala noda syirik, maka hal itu menjadi salah satu sebab terbesar bagi kebahagiaan dan ampunan atas dosa-dosanya.
3. Tauhid adalah sumber rasa aman bagi manusia.(4)
Tauhid memberikan pada jiwa pemiliknya rasa aman dan ketenangan, sehingga ia tidak takut kepada selain Allah.
Tauhid menutup pintu-pintu ketakutan terhadap rezeki, diri, dan keluarga, serta ketakutan terhadap manusia, jin, kematian, dan berbagai ketakutan lainnya.
Mukmin yang bertauhid tidak takut kepada siapa pun kecuali Allah, Karena itu engkau melihatnya tetap merasa aman ketika orang-orang ketakutan, dan tetap tenang ketika orang-orang cemas.
Perihal ini telah diisyaratkan oleh Al-Qur'an dalam firman-Nya:
(Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kezaliman, mereka itulah orang-orang yang mendapat rasa aman dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.) [Al-An'ām: 82].
Rasa aman ini bersumber dari dalam jiwa, bukan dari penjagaan Penegak aturan -inilah rasa aman di dunia-, adapun rasa aman di akhirat jauh lebih besar dan lebih kekal, karena mereka telah mengikhlaskan diri kepada Allah dan tidak mencampur tauhid mereka dengan syirik, sebab syirik adalah kezaliman yang besar.
4. Akidah menanamkan kesadaran dalam diri setiap anggota masyarakat akan pengawasan Allah , baik dalam keadaan tersembunyi maupun terang-terangan.
Dengan demikian perilaku umum masyarakat terkendali melebihi kekuatan hukum buatan manusia yang jauh dari nilai-nilai Agama; yang mana Hukum dapat dikelabui ketika tidak ada pengawas dari kalangan pemangku kebijakannya.
Sedangkan orang yang bertauhid, ia senantiasa merasakan kebersamaan Allah dan pengawasan-Nya setiap saat.
5. Akidah menanamkan Akhlak mulia dalam jiwa anggota masyarakat.
Akidah yang benar mendorong seseorang kepada kejujuran, amanah, menepati janji, mengutamakan orang lain, serta tolong-menolong dalam kebaikan dan Takwa.
Akhlak yang baik dipandang sebagai buah langsung dari kesempurnaan iman, sebagaimana sabda Nabi ﷺ:
«أَكْمَلُ الْمُؤْمِنِينَ إِيمَانًا، أَحْسَنُهُمْ خُلُقًا»
(Orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya.)(5)
Kesimpulan dan Penutup:
Dari uraian di atas sangat jelas bahwa Tauhid dan Akidah yang benar merupakan pondasi utama dalam membangun individu dan masyarakat, keduanya menumbuhkan ketenteraman, mendorong sikap merasa diawasi oleh Allah , dan memperbaiki perilaku.
Pengaruhnya juga turut menanamkan nilai-nilai moral seperti amanah, kejujuran, dan kerja sama, sehingga mendukung kekompakan dan kestabilan masyarakat. Karena itu, perhatian terhadap pengajaran Akidah dan penanaman makna-maknanya dalam jiwa merupakan kebutuhan mendasar yang berkontribusi bagi kebaikan individu dan keutuhan masyarakat.
Wallahua’alam.
---
Footnote:
- HR. Bukhari, (No. 1389) - Muslim, (No. 19).
- HR. Muslim, (No. 35).
- HR. Tirmidzi, (No. 3853), dan dihukumi olehnya dengan Hasan Ghorib.
- Minhaj al-Firqah an-Naiyah wa ath-Thaifah al-Manshurah, Muhammad Jamil Zinu, (Hal: 175).
- HR. Ahmad, [No. 7402].
Referensi:
- Shahih Bukhari, Maktabah Syamilah.
- Shahih Muslim, Maktabah Syamilah.
- Musnad Imam Ahmad, Maktabah Syamilah.
- Sunan Tirmidzi, Maktabah Syamilah.
- Minhaj al-Firqah an-Najiyah wa ath-Tha'ifah al-Manshurah, Muhammad Jamil Zainu.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!